Saungnews.co – Ogan Ilir | Kebakaran terjadi di areal kebun tebu milik PTPN Cinta Manis yang berada di Rayon 5, wilayah Desa Sri Bandung, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat setelah video kebakaran beredar luas di sejumlah grup WhatsApp.
Dalam video yang beredar, muncul informasi yang menyebut kebakaran diduga sengaja dilakukan untuk memudahkan proses panen sekaligus menghemat biaya pembersihan lahan.
Menanggapi isu yang berkembang, Humas PTPN Cinta Manis, Latif, membantah tegas dugaan bahwa perusahaan sengaja melakukan pembakaran kebun tebu. Menurutnya, tebu yang terbakar justru masih berusia muda dan belum memasuki masa panen.
“Tebu yang terbakar yang terlihat di video adalah tebu yang masih muda dan masa panennya nanti sekitar bulan Oktober. Jelas ini dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kami tidak mungkin melakukan pembakaran secara sengaja,” ujar Latif.
Latif juga menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah menyiapkan tim tanggap darurat yang siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kejadian, termasuk kebakaran di area perkebunan. Selain itu, patroli rutin juga dilakukan bersama aparat keamanan.
“Tim tanggap darurat sudah siap 24 jam. Tim patroli dari TNI dan Polri juga setiap hari ada. Namun untuk memastikan tidak terjadi kebakaran memang masih menjadi pekerjaan rumah karena lahan yang sangat luas dan akses masyarakat yang sangat terbuka,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan saat ini terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan kebun serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau. PTPN Cinta Manis juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan di sekitar areal perkebunan sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penelusuran. Beruntung, api berhasil dikendalikan oleh tim yang bertugas sehingga tidak meluas ke areal kebun lainnya. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan pihak perusahaan. (12)













