Saungnews.co – Ogan Ilir | Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Ilir Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan menggelar kegiatan Pembinaan Gerakan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas di Puskesmas Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bidang IV TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, Ibu Deasy Cattarina Suryadi, SE, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tidak menular yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia.
Adapun penyakit tidak menular yang menjadi prioritas dalam pembinaan tersebut meliputi kanker, hipertensi, diabetes melitus (DM), penyakit jantung, stroke, serta berbagai penyakit kronis lainnya yang memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Ogan Ilir juga melaksanakan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim melalui metode IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan pemeriksaan HPV DNA. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menemukan sel-sel abnormal atau kondisi pra-kanker pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker yang lebih berbahaya.
Deteksi dini menjadi salah satu strategi paling efektif dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks. Melalui pemeriksaan sejak dini, tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan medis secara cepat, tepat, dan efektif sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Hj. Yanti, SKM, M.Kes, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan perempuan.
Menurutnya, kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kaum perempuan karena pada tahap awal penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala sangat penting guna mencegah berkembangnya penyakit ke stadium yang lebih lanjut.
“Deteksi dini merupakan langkah yang sangat penting karena dapat menemukan perubahan sel pada leher rahim sejak tahap pra-kanker. Dengan begitu, tindakan pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko kematian akibat kanker serviks dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah manfaat utama dari deteksi dini kanker serviks.
Pertama, meningkatkan peluang kesembuhan karena kelainan dapat ditemukan sejak dini sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi.
Kedua, mencegah perkembangan kanker melalui metode IVA Test yang mampu mendeteksi perubahan sel leher rahim pada tahap pra-kanker sebelum berubah menjadi keganasan.
Ketiga, pemeriksaan HPV DNA dapat membantu mendeteksi keberadaan Human Papilloma Virus (HPV), yakni virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks.
Keempat, pengobatan pada stadium awal relatif lebih sederhana dan ringan dibandingkan dengan penanganan pada stadium lanjut yang membutuhkan prosedur lebih kompleks dan biaya lebih besar.
Kelima, deteksi dini mampu mengatasi fenomena “silent killer” karena kanker serviks pada fase awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang dirasakan oleh penderita.
Sedangkan manfaat keenam adalah meningkatkan kualitas hidup perempuan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, pasien dapat terhindar dari berbagai komplikasi berat serta tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik.
Melalui kegiatan pembinaan dan skrining kesehatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir berharap masyarakat, khususnya kaum perempuan usia produktif dan pasangan usia subur, semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit tidak menular.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir. Selain memperoleh edukasi kesehatan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan secara langsung sehingga diharapkan mampu meningkatkan angka deteksi dini dan menurunkan risiko terjadinya penyakit tidak menular di Kabupaten Ogan Ilir.
Dengan sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir dan TP PKK Kabupaten Ogan Ilir, upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Ogan Ilir yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.(12)












