Tangis Bahagia Warnai Perpisahan 63 Siswa SDN 17 Tanjung Batu, Guru dan Orang Tua Lepas dengan Doa

Saungnews.co – Ogan Ilir, Tanjung Atap Barat | Suasana haru, bahagia, dan penuh kenangan menyelimuti kegiatan Pelepasan dan Perpisahan Siswa-Siswi Kelas VI SD Negeri 17 Tanjung Batu Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di lingkungan sekolah, Desa Tanjung Atap Barat, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut menjadi momentum berakhirnya perjalanan pendidikan dasar bagi 63 siswa kelas VI yang dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Acara dihadiri oleh Plt Kepala SD Negeri 17 Tanjung Batu Sumiyati, S.Pd., Gr, Ketua Korwil Pendidikan Kecamatan Tanjung Batu Hj. Nudairoh, S.Pd., Ketua Komite Sekolah Muhizar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir Marlita Sayadi, para dewan guru, wali murid, tokoh masyarakat Sahlan Hasyim, serta seluruh siswa dan tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Alif yang menambah kekhidmatan suasana. Lantunan ayat suci tersebut menjadi pembuka yang penuh keberkahan sekaligus mengiringi rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan dasar selama enam tahun.

Dalam sambutannya, Plt Kepala SD Negeri 17 Tanjung Batu, Sumiyati, S.Pd., Gr, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas keberhasilan seluruh siswa kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.

Menurutnya, enam tahun lalu para orang tua mempercayakan putra-putri mereka kepada sekolah untuk dididik, dibimbing, dan dibekali ilmu pengetahuan. Kini, para siswa telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menapaki jenjang pendidikan berikutnya.

“Enam tahun yang lalu para wali murid menitipkan anak-anaknya kepada kami untuk belajar dan menuntut ilmu. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari ini para orang tua kembali menjemput anak-anak yang telah lulus. Kami merasa bangga melihat perkembangan dan keberhasilan mereka,” ujar Sumiyati.

Ia berpesan agar para siswa tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih saat ini. Menurutnya, kelulusan sekolah dasar hanyalah langkah awal dalam perjalanan panjang menuju masa depan.

“Perjalanan kalian masih panjang. Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah mengejar cita-cita, menjadi anak yang sukses, membanggakan orang tua, berguna bagi bangsa dan negara, serta tetap menjaga nama baik sekolah,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Korwil Pendidikan Kecamatan Tanjung Batu, Hj. Nudairoh, S.Pd., mengatakan bahwa pertemuan dan perpisahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia pendidikan. Ia menilai momen pelepasan siswa bukan hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga awal dari perjalanan baru yang lebih menantang.

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana yang penuh kebahagiaan sekaligus haru. Anak-anak didik SD Negeri 17 Tanjung Batu akan berpisah dengan guru-guru yang selama ini membimbing dan mendidik mereka. Setelah ini mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Nudairoh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang dengan penuh dedikasi, kesabaran, dan tanggung jawab telah mendidik anak-anak hingga lulus pada hari ini,” tambahnya.

Ketua Komite SD Negeri 17 Tanjung Batu, Muhizar, turut menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang selama enam tahun telah membimbing, mendidik, serta memberikan perhatian kepada anak-anak dengan penuh kasih sayang.

Menurutnya, keberhasilan para siswa tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, tetapi juga dari pembentukan karakter dan akhlak yang telah ditanamkan oleh para guru selama proses pembelajaran berlangsung.

“Atas nama orang tua dan wali murid, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh dewan guru yang selama enam tahun telah membina, mendidik, dan membimbing anak-anak kami dengan penuh kasih sayang dan cinta,” katanya.

Muhizar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru apabila selama proses pendidikan terdapat sikap maupun perilaku siswa dan orang tua yang kurang berkenan.

“Kami memohon maaf apabila selama ini terdapat kesalahan dan kekurangan dari anak-anak maupun orang tua. Harapan kami, anak-anak terus semangat belajar, terus mengejar cita-cita, dan jangan pernah melupakan jasa-jasa para guru yang telah mendidik kalian di SD Negeri 17 Tanjung Batu,” ujarnya.

Suasana semakin mengharukan ketika mewakili wali kelas VI, Tri Yuliarti, S.Pd., menyampaikan pesan dan kesannya kepada para siswa. Dengan suara yang sesekali bergetar menahan haru, ia mengungkapkan rasa bangga melihat perkembangan anak-anak yang selama enam tahun telah menjadi bagian dari keluarga besar sekolah.

“Tidak terasa enam tahun telah berlalu. Anak-anak yang dahulu datang dengan penuh kepolosan kini telah tumbuh dan berhasil menyelesaikan pendidikan dasar. Kami para guru merasa bangga atas pencapaian kalian semua,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses belajar mengajar terdapat kata-kata maupun tindakan yang kurang berkenan.

“Kami mohon maaf apabila selama mendidik ada kata-kata atau tindakan yang kurang berkenan. Semua yang kami lakukan semata-mata demi kebaikan dan masa depan anak-anak,” katanya.

Turut memberikan sambutan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Marlita Sayadi, yang menyampaikan doa dan harapan terbaik kepada seluruh siswa yang lulus.

Ia berharap seluruh siswa dapat menjadi generasi cerdas yang mampu meraih cita-cita dan mewujudkan impian mereka di masa depan. Selain itu, Marlita juga berharap para guru tetap menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik.

“Semoga anak-anak menjadi generasi yang cerdas dan mampu meraih apa yang dicita-citakan. Kami juga berharap para guru selalu kompak, terus semangat mendidik, dan menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa,” ujarnya.

Dukungan dan motivasi juga datang dari tokoh masyarakat Desa Tanjung Atap, Bapak Sahlan Hasyim. Ia mengajak para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi keluarga, daerah, dan bangsa.

Momen yang paling mengharukan terjadi ketika perwakilan siswa kelas VI menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh guru. Dengan penuh rasa hormat dan haru, para siswa mengucapkan terima kasih atas segala ilmu, bimbingan, perhatian, serta kasih sayang yang telah diberikan selama enam tahun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru SD Negeri 17 Tanjung Batu yang telah mendidik, mengajar, membimbing, dan menyayangi kami selama enam tahun. Jasa dan pengorbanan Bapak dan Ibu Guru akan selalu kami kenang sepanjang hidup,” ujar perwakilan siswa.

Para siswa juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan, kenakalan, maupun sikap yang kurang berkenan selama menjalani masa pendidikan.

“Kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kenakalan kami selama belajar di sekolah ini. Kami berjanji akan selalu mengingat dan menjalankan seluruh nasihat yang telah diberikan oleh Bapak dan Ibu Guru sebagai bekal dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap mereka.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, para siswa berkomitmen untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater, serta meraih prestasi demi membanggakan orang tua, guru, agama, bangsa, dan negara.

Suasana haru semakin terasa ketika para siswa satu per satu memberikan salam perpisahan kepada para guru yang selama ini menjadi orang tua kedua mereka di sekolah. Tangis haru, senyum bahagia, serta pelukan hangat mewarnai rangkaian acara yang berlangsung penuh kekeluargaan.

Meski dilaksanakan secara sederhana, kegiatan pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI SD Negeri 17 Tanjung Batu Tahun Pelajaran 2025/2026 meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Momen tersebut menjadi kenangan berharga bagi 63 siswa yang telah menempuh perjalanan pendidikan selama enam tahun di sekolah tersebut.

Dengan berakhirnya masa belajar di tingkat sekolah dasar, para siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan dengan semangat yang lebih tinggi, membawa bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan oleh para guru, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak mulia, dan berprestasi di masa depan.(irhansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *