SaungNews.co Banyuasin | Kisah tewasnya Seorang Pemuda yang disematkan Gelar Preman oleh warga Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur Banyu Asin, ini bagaikan lirik tembang ‘Sugali’ yang populer dinyanyikan oleh sang Pencipta lagu itu sendiri yaitu Iwan Fals.
‘Ramai gunjing tentang dirimu
Yang tak juga hinggap rasa jemu
Suram hari depanmu
Rasa was-was, mata beringas
Menunggu datang peluru yang panas
Di waktu hari naas’…
Begitu bunyi tembang tersebut, Nah Pemuda yang belakangan diketahui bernama Reno (27) ini pun dikenal warga setempat ymerupakan preman diwilayah Rantau Bayur bahkan sangat meresahkan warga sekitar. Pasalnya, pelaku sering melakukan tindak kejahatan diwilayah tersebut. Termasuk melakukan pengeroyokan terhadap beberapa wartawan yang ingin meliput di Kecamatan Rantau Bayur.
Reno ‘Sugali’ nya Rantau Bayur ini akhirnya ditemukan warga dbantaran kali dalam keadaan tak bernyawa lagi. Informasi dihimpun media ini, pada malam sebelum jasad nya ditemukan warga Reno ‘Sugali’ sempat terjadi adu tembak layaknya adegan film action Bandit vs Polisi.
Berikut keterangan resmi dari Pihak Polres Banyu Asin kepada pihak media mengenai peristiwa dramatis ini
Kasatreskrim Polres Banyuasin, M Ikang Ade Putra mengatakan sebelum melakukan penangkapan pihak Polres Banyuasin mendapat informasi bahwa pelaku memiliki beberapa senjata senpi.
“Dari informasi itu, kami telah merencanakan penangkapan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari Kamis (4/2) Dini hari pukul 04:00 Wib Polres Banyuasin melakukan penangkapan, namun ketika dilakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan dengan menembakan senjata yang dimiliki.
“Saat melakukan upaya penangkapan itu, Reno langsung keluar dari jendela depan rumahnya dan melepaskan tembakan kearah tubuh Aipda Yudiansyah dan mengenai lengan sebelah kanan, serta dada sebelah kanan. Namun peluru yang menyasar ke arah dada terhalang oleh rompi anti peluru yang di gunakan Aipda Yudiansyah,” terang Kasatreskrim saat press release, Kamis (4/2/2021).
Lanjut Ikang, saat itu, Reno juga menembakan beberapa kali senjatanya secara brutal kesembarang arah, sehingga mengenai beberapa warga yang berada di seputaran rumah pelaku.
“Anggota langsung memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara namun Pelaku masih tetap menembak ke arah aparat,” jelasnya.
Setelah menembak secara brutal, pelaku Reno mencoba melarikan diri dengan cara melompat ke sungai di belakang rumahnya. Pihak kepolisian kemudian melakukan tindakan tegas terukur.
“Sebelum melarikan diri, senpira yang digunakan oleh pelaku sempat terjatuh dan berhasil diamankan oleh anggota Kepolisian,” ungkapnya
Warga yang terkena tembakan recoset dari senpi rakitannya langsung di evakuasi ke rumah sakit bhyangakara untuk di berikan pertolongan medis.
“Pelaku yang melarikan diri itu, sekitar pukul 07.00 wib di temukan warga telah meninggal dunia dengan tiga luka tembak dan langsung di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” paparnya.
Dari tersangka, Petugas mengamankan barang bukti dua senjata api rakitan, 5 selongsong serta 2 butir sisa amunisi. (Desi)













