Saungnews.co OGAN ILIR | .Kabupaten Ogan Ilir Kecamatan Rambang Kuang tepatnya di Desa Tambang Rambang, ada tradisi tahunan cukup unik dalam cara menangkap ikan,tradisi tersebut dinamakan nangkul yaitu cara menangkap ikan dengan menggunakan jaring persegi, dan hanya di lakukan saat air sungai dalam.Jumat 05/05/2023.
tradisi tahunan cukup unik dalam mencari ikan, yang disebut “nangkul”.Ikan Pihek
Nangkul adalah mencari ikan di sungai atau rawa menggunakan jaring segi empat lebar yang ujung-ujungnya dikaitkan pada batang bambu. Ada juga batang bambu dengan panjang 4 meter yang berfungsi untuk mengangkat jaring dari air seperti pengungkit.
Najwa, salah seorang penangkul tengah mengangkat tangkulnya. Dari 3 hingga 5 kali memasukan tangkul ke dalam air, cuma dua kali tangkul itu mendapat ikan hal itu di lakukan berulang ulang sampai ember penuh berisi ikan “Pihek” Sebutan ikan di Desa Tambang Rambang.
“Saya biasanya nangkul ini mulai sekitar jam 4 sore, ikan Pihek sudah mulai kumpul,ladas(senang) menagkapnya, di tambah lagi hampir seluruh masyarakat Tambang Rambang menangkul,nanti ikannya bisa buat empek empek, walaupun agak hitam tapi iwaknyo teraso(tapi terasa ikannya) bahasa Desa tersebut.”
Nangkul adalah proses memasukkan jaring tangkul ke air sungai, lalu mengangkatnya setelah dirasa ada ikan yang didapat. Ternyata tidak mudah menangkap ikan dengan cara menangkul.
Holidi,perangkat Desa Tambang Rambang mengatakan, “nangkul” adalah kegiatan tahunan warga yang dilakukan saat air dalam. Saat air dalam terjadi, ikan berkembang biak dan jumlahnya menjadi banyak.
Saat itulah warga mulai menangkul di sisi sungai yang ada di sepanjang jalan.
Holidi mengaku sudah sejak dari awal bulan Mei“menangkul” di lokasi tersebut. Dalam sehari,Holidi bisa mendapat 2 hingga 3 kilogram ikan jenis pihek, selincah dan anak gurame, Bila beruntung bahkan bisa sampai 5 kilogram dalam satu hari.Ikan-ikan yang didapat dimasukkan ke wadah ember,lalu ikan itu dijual kepada warga yang lewat dengan harga 15000/ kilogram.
Uang yang didapat dari penjualan ikan itulah digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Saya berharap agar kiranya tradisi ini bisa bertahan sampai ke anak cucu nantinya, dan menghimbau juga kepada seluruh masyarakat Desa Tambang Rambang agar jangan menggunakan Racun atau setrum dalam menangkap ikan.”Tutupnya.(Red)













