Saungnews.co – Ogan Ilir | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ogan Ilir memberangkatkan lebih kurang 40 orang kader dan pengurus untuk menghadiri agenda Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026.

Rombongan PCNU Ogan Ilir yang terdiri dari jajaran pengurus PCNU, MWCNU, serta sejumlah badan otonom (Banom) NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan PMII, secara resmi diberangkatkan pada Selasa (25/8/2026).

Keberangkatan puluhan kader NU tersebut dilepas langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Ogan Ilir, Hendrawijaya, SE, yang hadir mewakili Bupati Ogan Ilir.

Pelepasan rombongan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta yang akan menempuh perjalanan jauh melalui jalur darat menuju Jombang tersebut tampak siap mengikuti salah satu agenda penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Muktamar NU yang berlangsung selama lima hari itu menjadi momentum penting bagi warga Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkumpul, bersilaturahmi, memperkuat organisasi serta membahas berbagai persoalan dan arah perjuangan NU ke depan.

Kabag Kesra Kabupaten Ogan Ilir, Hendrawijaya, SE, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat PCNU Ogan Ilir yang berpartisipasi dan hadir dalam agenda Muktamar NU.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Nahdlatul Ulama memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. NU, kata dia, selama ini dikenal sebagai organisasi keagamaan yang terus menjaga nilai-nilai Islam, kebangsaan, persatuan dan persaudaraan.

“Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir tentu memberikan apresiasi atas keberangkatan rombongan PCNU Ogan Ilir beserta seluruh unsur NU untuk menghadiri Muktamar. Semoga perjalanan ini berjalan lancar, seluruh peserta diberikan kesehatan dan keselamatan, serta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap rombongan PCNU Ogan Ilir dapat menjaga nama baik daerah selama berada di Jawa Timur. Menurutnya, keberangkatan tersebut bukan hanya membawa nama organisasi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Ogan Ilir.

“Jaga kekompakan dan tunjukkan bahwa warga NU Ogan Ilir memiliki semangat persaudaraan yang kuat. Semoga nantinya kembali ke Ogan Ilir dengan membawa semangat baru, pengalaman serta hal-hal positif yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” katanya.

Rais Syuriyah: Jaga Niat dan Kekompakan

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Ogan Ilir, K.H. Qusyairi Abror, S.Pd., S.If., dalam arahannya mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga niat dan menjadikan perjalanan menuju Muktamar sebagai bagian dari pengabdian kepada organisasi dan umat.

Menurutnya, perjalanan menuju Jombang bukan sekadar perjalanan biasa. Lebih dari itu, seluruh rombongan membawa amanah untuk hadir dalam agenda besar Nahdlatul Ulama dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Keberangkatan kita ini harus dilandasi dengan niat yang baik. Kita membawa nama organisasi, membawa semangat warga NU Ogan Ilir dan membawa amanah. Karena itu, selama perjalanan maupun selama mengikuti Muktamar, jagalah akhlak, jaga persatuan dan tetap jaga kekompakan,” tegasnya.

K.H. Qusyairi Abror juga mengingatkan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada persatuan dan kebersamaan. Oleh karena itu, seluruh peserta yang berasal dari berbagai unsur harus tetap saling menjaga dan menghormati.

Ia berharap keberangkatan puluhan kader NU dari Ogan Ilir tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarstruktur organisasi, mulai dari PCNU, MWCNU hingga Banom NU.

“Perbedaan latar belakang dan tugas di organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Kita semua adalah bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ketika berangkat, kita berangkat bersama. Ketika berjuang, kita juga harus bersama,” ungkapnya.

Ketua Tanfidziyah: Bawa Semangat Persatuan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Ogan Ilir, H. Annahrir, S.Ag., menyampaikan bahwa keikutsertaan PCNU Ogan Ilir dalam Muktamar NU merupakan bentuk keseriusan dan komitmen dalam mengikuti perkembangan organisasi.

Ia menyebutkan, lebih kurang 40 orang kader dan pengurus yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari berbagai unsur di lingkungan Nahdlatul Ulama Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami berangkat bersama-sama dari berbagai unsur. Ada pengurus PCNU, MWCNU dan Banom NU. Ini menunjukkan bahwa keluarga besar NU Ogan Ilir memiliki semangat kebersamaan untuk mengambil bagian dalam agenda Muktamar,” ujarnya.

Menurut H. Annahrir, Muktamar merupakan forum besar yang memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Melalui forum tersebut, berbagai gagasan, pemikiran dan harapan warga NU dari berbagai daerah dapat disatukan demi kemajuan organisasi.

“Kami berharap Muktamar ini dapat membawa NU semakin kuat, semakin besar dan semakin mampu menjawab tantangan zaman. NU harus tetap hadir untuk umat, menjaga persatuan bangsa dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan selama perjalanan darat yang cukup panjang dari Ogan Ilir menuju Jombang, Jawa Timur.

“Perjalanan kita panjang, sehingga semua harus menjaga kondisi. Saling mengingatkan dan saling membantu. Jangan sampai semangat untuk berangkat besar, tetapi kesehatan dan keselamatan diabaikan,” pesannya.

Sekretaris PCNU: Jaga Nama Baik Ogan Ilir

Sementara Sekretaris PCNU Ogan Ilir, Ardani, SE., ME, mengatakan seluruh persiapan keberangkatan telah dilakukan secara bersama-sama agar rombongan dapat mengikuti perjalanan dan seluruh agenda Muktamar dengan lancar.

Menurutnya, keberangkatan lebih kurang 40 orang tersebut merupakan bentuk kebersamaan seluruh elemen NU Ogan Ilir.

“Kami membawa perwakilan dari berbagai unsur NU. Harapan kami, seluruh peserta dapat menjaga kekompakan dan disiplin selama perjalanan. Kita datang sebagai satu rombongan dan membawa satu nama besar, yaitu Nahdlatul Ulama,” katanya.

Ardani menambahkan, seluruh peserta diharapkan mengikuti arahan dan koordinasi yang telah ditetapkan demi kelancaran perjalanan menuju Jombang.

Ia juga berharap para peserta dapat mengambil manfaat dari agenda Muktamar dan membawa pulang semangat baru untuk diterapkan dalam perjuangan dan kegiatan organisasi di Kabupaten Ogan Ilir.

“Muktamar bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menambah pengalaman dan memperkokoh komitmen dalam berkhidmat kepada NU,” ujarnya.

Tugas Organisasi Didelegasikan kepada Bendahara

Sementara jajaran pimpinan PCNU Ogan Ilir melakukan perjalanan melalui jalur darat menuju Jombang, sejumlah tugas dan aktivitas organisasi tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan selama jajaran pimpinan berada dalam perjalanan dan mengikuti Muktamar, PCNU Ogan Ilir mendelegasikan tugas-tugas tertentu kepada Bendahara PCNU Ogan Ilir, Zulkifli, SE.

Delegasi tugas tersebut dilakukan agar aktivitas organisasi tidak mengalami kekosongan dan koordinasi tetap dapat berjalan selama sebagian jajaran pengurus berada di luar daerah.

Keberangkatan rombongan PCNU Ogan Ilir menuju Jombang menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan warga Nahdlatul Ulama terus dijaga dan diperkuat.

Dari Kabupaten Ogan Ilir, lebih kurang 40 orang kader dan pengurus bergerak bersama menuju Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai unsur, mulai dari struktur PCNU, MWCNU hingga Banom NU, namun disatukan oleh semangat yang sama untuk menghadiri Muktamar dan memperkuat pengabdian kepada organisasi.

Perjalanan panjang melalui jalur darat tersebut tentu membutuhkan kesiapan dan kekompakan. Namun semangat puluhan kader NU Ogan Ilir untuk hadir dalam agenda besar organisasi menjadi kekuatan tersendiri.

Dari Ogan Ilir menuju Jombang, rombongan PCNU membawa harapan agar Muktamar NU dapat menghasilkan langkah-langkah terbaik bagi perjalanan organisasi ke depan, memperkuat persatuan warga NU serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, masyarakat, bangsa dan negara.

Dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Ogan Ilir, rombongan diharapkan dapat tiba dengan selamat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, serta mengikuti seluruh rangkaian Muktamar yang berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.(Irhansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *