Saungnews.co Baturaja Indonesia | Latihan Serangan Darat Gabungan (Joint Land Strike) dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2016, setelah pasukan AS dan Indonesia menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan di Pusat Latihan Tempur Baturaja. Langkah-langkah tersebut mencakup pembuatan sekat bakar, perbaikan akses darurat, dan penyiagaan sumber daya pemadam kebakaran.
Langkah-langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko kebakaran lahan selama musim kemarau. Tujuannya adalah melindungi personel, masyarakat sekitar, dan lingkungan, sembari tetap mempertahankan realisme latihan multinasional. Kondisi lapangan akan terus dipantau, dan para pimpinan dapat mengubah atau menghentikan latihan jika diperlukan.
Di area sasaran (impact area), tim zeni membersihkan vegetasi di sekitar zona target dan memperbaiki jalan agar kendaraan pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi dengan mudah. Mereka juga membuat sekat bakar di sepanjang jalur respons serta di sekeliling area yang akan digunakan oleh sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi, atau HIMARS.
“Kami telah membuat beberapa sekat bakar, tidak hanya untuk jalur akses kendaraan pemadam agar truk bisa keluar-masuk, tetapi juga di area sasaran tempat helikopter Apache dan HIMARS akan melakukan penembakan,” ujar Letnan Satu Calderon dari Angkatan Darat AS, komandan Kompi Zeni ke-766.
Truk pemadam kebakaran Indonesia dan truk tangki air HIPPO milik Angkatan Darat AS akan menyediakan kemampuan pemadaman kebakaran di dekat area sasaran. Di titik penembakan, tim zeni membersihkan vegetasi di sekitar area peluncuran; permukaan tanah di lokasi tersebut akan dibasahi sebelum penembakan dilakukan, dan personel tanggap darurat akan bersiaga di dekat lokasi.
“Ini adalah upaya gabungan. Kami mengoperasikan truk pemadam kebakaran Indonesia yang didukung oleh pasokan air dari AS, serta tenaga pemadam kebakaran AS yang didukung oleh truk pemadam kebakaran Indonesia,” kata Mayor Emerson Davis dari Angkatan Darat AS, perwira operasi Divisi Infanteri ke-4 untuk latihan Super Garuda Shield.
Personel akan memantau titik penembakan dan area sasaran selama kegiatan berlangsung agar tim tanggap darurat dapat mendeteksi dan menangani potensi kebakaran dengan cepat. Davis menyatakan bahwa siapa pun yang berada di lokasi latihan memiliki wewenang untuk menghentikan penembakan jika situasi dinilai tidak aman.
Para pimpinan senior dari AS dan Indonesia telah meninjau kedua lokasi tersebut, menilai kesiapan, dan menyelaraskan pendekatan mereka terhadap risiko. Perencanaan bersama ini merupakan bagian dari nilai pelatihan dalam latihan tersebut: pasukan yang berpartisipasi harus menetapkan prosedur bersama, menjalin komunikasi lintas organisasi, serta beradaptasi dengan kondisi medan dan musim di Indonesia. “Kami tidak ingin menimbulkan dampak negatif apa pun terhadap negara tempat kami melaksanakan latihan. Melalui kehadiran AS, kami ingin memastikan dan memperkuat kepercayaan mitra kami saat kami melaksanakan latihan dengan standar profesional,” ujar Mayor Angkatan Darat AS Stephen Plante, seorang perencana G-35 dari Divisi Infanteri ke-4.
Persiapan tersebut menunjukkan bagaimana interoperabilitas dalam Super Garuda Shield mencakup lebih dari sekadar penggunaan peralatan secara bersama. Pasukan AS dan Indonesia memadukan sumber daya, menetapkan standar keselamatan bersama, dan menyesuaikan rencana dengan kondisi setempat, sembari tetap mempertahankan tujuan latihan *Joint Land Strike* (Serangan Darat Gabungan).
Super Garuda Shield 2026 adalah latihan multinasional tahunan yang dipimpin oleh Indonesia dan Amerika Serikat, yang memperkuat interoperabilitas serta memberikan kesempatan bagi pasukan yang berpartisipasi untuk merencanakan, berlatih, dan beroperasi bersama demi mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan.(Red).
Biro Informasi Gabungan Bersama (Combined Joint Information Bureau)
Super Garuda Shield 26












