Usai Ditangkap Polisi, Warga Ogan Ilir Meninggal Tak Wajar

Saungnews.co Ogan Ilir | Warga Perumahan Takeda Indralaya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir pertanyakan penyebab kematian salah satu warganya yang tidak wajar.

Firullazi yang dikabarkan di tangkap polisi pada Kamis malam (26/01/2023) lalu, pada Jumat malam (27/01/2023) sudah tidak bernyawa.

Betepa terkejutnya pihak keluarga saat menerima jenazah Almarhum Firullazi dalam kondisi penuh luka memar di sekujur tubuhnya.

Setiba di rumah duka, disekujur tubuh nya banyak terdapat luka memar, baik di muka dan badan serta kedua kaki remuk yang diduga akibat dihantam benda tumpul.

Keluarga Firullazi pun histeris saat mengetahui kondisinya saat membuka kantong jenazah korban.

Menurut Iriani, istri Firullazi mengaku suaminya itu ditangkap polisi pada Kamis (26/01/2023) lalu.

“Sudah solat Magrib suami saya ditangkap dan polisi tidak ada surat penangkapan,”ungkapnya saat di bincangi awak media pada Sabtu (28/01/2023).

Lanjutnya, malam itu, kata dia, puluhan polisi mendobrak pintu rumah dan menyebar ke seluruh kediamannya.

Iriani mengaku polisi mencari senjata api namun tidak ada dan hanya mengambil pisau dapur dan parang.

“Suaminya saya kata polisinya maling kambing di Lampung,” kata dia.

Saat ditangkap kata Iriani, suaminya dalam kondisi sehat tanpa kekurangan apapun.

“Suami saya baik baik saja saat ditangkap, banyak saksinya,” kata dia.

Sebelum jasad Firullazi tiba di rumah duka, pihak keluarga berencana menuju Lampung untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka tersebut.

Namun Firullazi lebih dulu tiba di rumahnya dalam keadaan tak bernyawa, tanpa ada surat keterangan penyebab kematian.

Pihak keluarga saat ini masih berdiskusi untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Firullazi.

Menurut Iriani, pihak keluarga akan melapor ke Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung hingga Mabes Polri,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Muara Penimbung Ilir, Novriadi mengungkapkan, saat ini pihak keluarga maupun Pemerintah Desa belum mengetahui kasus apa yang menyebabkan Firullazi ditangkap.

Karena, pada saat penangkapan Polisi tidak menunjukkan surat perintah penangkapan serta Polisi darimana juga tak ada kejelasan sama sekali.

“Demikian pula penyebab kematian warga kami ini juga tidak tahu, karena tidak ada selembar kertas pun yang diterima pihak keluarga dari rumah sakit,” terangnya. (Red/H4ns).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *