UAS & Habib Rizieq Bersatu dalam Doa di 40 Hari Wafatnya Haji Halim

Palembang – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Graha Dakwah Al Halim pada Minggu (15/3/2026) sore, saat ribuan pelayat dan tokoh-tokoh besar bangsa berkumpul untuk mengenang 40 hari wafatnya sang dermawan legendaris asal Sumatera Selatan, Kms Haji Abdul Halim Ali atau yang lebih akrab disapa Haji Halim.

Sejak pukul 16.30 WIB, area pemakaman dan kediaman almarhum di Jalan M Isa mulai dipadati oleh para pelayat yang datang dari berbagai penjuru, membawa doa-doa tulus bagi sosok dermawan yang dikenal sebagai pilar syiar Islam di Bumi Sriwijaya.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional semakin menambah kekhidmatan acara tersebut, di antaranya Prof KH Said Aqil Husin Al Munawar, Prof Ustadz Abdul Somad (UAS), DR Habib Rizieq Shihab, Habib Umar, Ketua PWNU Sumsel Hendra Zainudin dan alim ulama lainnya.

Hadir juga tokoh nasional, Menko Pangan yang juga Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, mantan Menko Perekonomian sekaligus mantan Cawapres Hatta Rajasa, serta Anggota DPR RI Ishak Mekki dan Iqbal Romzi,

Tak ketinggalan, jajaran pimpinan daerah seperti, Gubernur Sumsel DR Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Palembang DR (c) H Ratu Dewa l, Ketua DPW PAN Sumsel DR Joncik Muhammad bersama para ketua DPRD kabupaten/kota dari Fraksi PAN juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Perwakilan Kapolda, petinggi TNI mulai dari Kasdam, Aslog Pangdam II Sriwijaya, hingga Dandim juga tampak hadir di tengah jamaah, menyatu dalam suasana duka yang mendalam.

Kehadiran para ulama besar karismatik menjadi pusat perhatian sekaligus penyejuk hati bagi keluarga yang ditinggalkan.

Terlihat DR Habib Rizieq Shihab dan KH Said Aqil Husin Al Munawar hadir memberikan pendampingan spiritual bagi keluarga besar Kms H M Umar Halim yang merupakan putra almarhum Haji Halim.

Rangkaian ibadah dimulai dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Setelah santap malam dan salat Isya yang diimami langsung oleh KH Said Aqil Husin Al Munawar, suasana semakin syahdu saat Prof Ustadz Abdul Somad (UAS) memimpin salat Tarawih berjamaah, di mana lantunan ayat suci Al-Quran menggema memenuhi ruangan, menciptakan getaran spiritual yang menyentuh jiwa setiap orang yang hadir.

Dalam pesan singkatnya yang penuh emosional, UAS mengungkapkan bahwa sosok Haji Halim bukan sekadar tokoh masyarakat baginya, melainkan sudah dianggap seperti orang tua sendiri.

“Perjalanan hidup Abah Haji, adalah sebuah pelajaran hidup yang luar biasa tentang kedermawanan dan cara mendidik anak. Saya menerapkan ilmu diajarkan almarhum kepada anak saya, yakni filosofi berdagang nasi dengan modal sepuluh ribu namun dijual hanya enam ribu rupiah. Pelajaran tentang mendahulukan keberkahan di atas keuntungan materi, ini adalah warisan mental yang tak ternilai bagi generasi mendatang,” kata UAS, dalam ceramahnya.

Senada dengan UAS, Habib Rizieq Shihab dalam ceramahnya menyampaikan kesaksian luar biasa mengenai jejak kebaikan almarhum. Ia menegaskan bahwa amal jariyah Haji Halim akan terus mengalir tanpa henti, mengingat dedikasi almarhum yang telah membangun 68 masjid serta membantu renovasi ribuan masjid, panti asuhan, hingga pondok pesantren lainnya.

“Sulit bagi kita menemukan sosok sedarmawan ayahanda Haji Halim yang seluruh hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan syiar Islam dan membantu sesama di Sumatera Selatan hingga tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, yang hadir memberikan sambutan mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang hadir.

Dengan nada bicara yang penuh takzim, ia berharap agar putra almarhum, Kms H M Umar Halim, beserta keluarga besar dapat meneruskan estafet kebaikan dan kedermawanan yang telah ditanamkan oleh almarhum semasa hidupnya.

Harapan ini disambut haru oleh Kms H M Umar Halim yang secara khusus mengapresiasi kehadiran para tokoh bangsa dan ulama yang telah meluangkan waktu untuk mendoakan almarhum ayahnya, seraya mendoakan agar segala kebaikan mereka dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT.

Acara yang berlangsung sangat tertib dan menyentuh hati tersebut akhirnya ditutup pada pukul 22.20 WIB dengan diiringi jabat tangan hangat penuh kekeluargaan di antara para pelayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *