Saungnews.co Prabumulih | Wali Kota Prabumulih H. Arlan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H. Elman, S.T., M.M., menghadiri acara Silaturahmi dan Ceramah Agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Al Mustaqiin, Jalan Lintas Gunung Kemala/Jalan Cempedak RT 05 RW 02, Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Minggu (07/09/2005).
Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten III Kota Prabumulih Drs. Amilton, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. Mulyadi Musa, M.Si., Kabag Kesra Setda Kota Prabumulih Alwi, S.E., M.Si., serta anggota DPRD Kota Prabumulih, Bapak Hendriyansyah, S.E. Kehadiran jajaran pemerintah bersama masyarakat menunjukkan eratnya sinergi dalam memperingati hari besar umat Islam.
Dalam sambutannya, Sekda H. Elman menyampaikan pentingnya menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat dan teladan bagi umat Islam, khususnya masyarakat Kota Prabumulih.
“Melalui peringatan Maulid Nabi, mari kita jadikan akhlak mulia Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kota Prabumulih berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga mampu memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Sekda.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh ustadz setempat. Dalam ceramahnya, beliau menekankan tiga hal utama yang perlu diteladani dari Nabi Muhammad SAW, yaitu: Kejujuran dan amanah dalam menjalankan tanggung jawab, Kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada kaum dhuafa, yatim, dan masyarakat yang membutuhkan, Kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Suasana penuh khidmat terasa ketika jamaah dan undangan mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Selain memperkuat keimanan, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah.
Pemerintah Kota Prabumulih berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, tidak hanya sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai upaya mempererat persatuan dan memperkuat nilai-nilai keislaman.(red).












