SaungNews.co Banyuasin | Tomi Arum(39) warga Kelurahan Mulya Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin ditemukan tergeletak terbujur kaku di bawah pohon karet Desa Tanjung Agung, Selasa (4/1/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Dilansir dari media wahanainformasi.or.id, Tomi Arum yang kesehariannya sebagai tenaga pengajar di Pondok Pesantren Sabilul Mukhtadin Desa Langkan memanfaatkan waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan dengan menjadi seorang pekebun karet.
“Setiap Senin malam Almarhum bermalam dikebun pasalnya lokasi kebunnya sering terjadi kemalingan. Setelah jam dua dini hari mulai dilakukan memotong karet,” jelas Evi Istri Almarhum.
Sekitar pukul tujuh pagi Istri dan mertuanya sampai dikebun untuk membantu menyadap karet, saat datang ke kebun tidak ada suara dipanggil-panggil pun masih tidak ada sautan.
“Kami khawatir dan mencari disekitaran kebun karet. Tidak lama kemudian, saya kaget melihat suami tergeletak ditanah,” ucapnya.
Dirinya menuturkan, ditubuh suaminya tidak ada bekas luka, hanya saja dibagian muka dan hidung membiru. Sementara senter yang digunakan beliau untuk penerangan pecah.
“Saat ditemukan tubuhnya sudah dikerumuni lalat, tidak tau penyebabnya apa. Musuh tidak ada beliau orang baik, beliau juga bekerja sebagai tenaga pengajar di Ponpes Langkan,” katanya pilu.
Sementara Kepolisian Resor Banyuasin dipimpin Kasatreskrim Polres Banyuasin, AKP Ikang Ade Putra yang tiba dilokasi langsung melakukan penyelidikan terhadap jasad Tomi Arum terkait kematiannya.
“Untuk sementara kita melakukan olah TKP dan mengamankan semua barang pribadi milik Tomi Arum sebagai bukti, sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Saat ini jasad dibawa ke RSUD Banyuasin untuk dilakukan visum,” ungkapnya sigkat.(Desi)













