Oleh : Ambar Sari
Proyek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam periode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk dan/atau aksi. Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang bertujuan untuk mendorong upaya desakan kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Pendidikan Nasional dan dirancang untuk memperkuat berbagai kompetensi yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila melalui pengamatan dan pemikiran solusi terhadap masalah yang muncul di lingkungan sekitar.
Prinsip Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdiri dari empat aspek yaitu : 1). Holistik. Holistik adalah istilah yang mengacu pada perspektif yang melihat sesuatu secara keseluruhan dan tidak terpisah. Dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk mempelajari sebuah subjek secara keseluruhan dan memahami bagaimana berbagai hal berhubungan satu sama lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah tersebut. Akibatnya, setiap tema proyek bukanlah sekadar menggabungkan berbagai mata pelajaran, tetapi lebih pada tempat untuk mengintegrasikan berbagai perspektif dan bahan pengetahuan yang berbeda secara terpisah. Selain itu, cara pandang holistik mendorong kita untuk melihat hubungan penting antara elemen yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, seperti siswa, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari; 2). Kontekstual. Konsekuensi kontekstual mendorong guru dan siswa untuk menggunakan lingkungan sekitar mereka sebagai sumber belajar utama. Konsekuensi ini mengacu pada upaya untuk menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan pengalaman nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, sekolah yang bertanggung jawab atas kegiatan proyek harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkungan sekolah. Projek harus berfokus pada masalah lokal yang ada di masing-masing daerah. Dengan menyesuaikannya dengan situasi kehidupan sehari-hari, diharapkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dan secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka; 3). Berpusat pada peserta didik. Prinsip berpusat pada peserta didik adalah pendekatan pembelajaran yang memprioritaskan peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan mandiri dalam mengelola proses belajarnya. Dengan menerapkan pendekatan ini, pendidik diharapkan dapat mengurangi peran mereka sebagai pihak yang dominan dalam kegiatan belajar dengan memberikan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mempelajari materi secara mandiri. Dengan demikian, peserta didik dapat belajar lebih banyak secara mandiri dan lebih banyak memahami apa yang mereka pelajari; 4). Eksploratif. Prinsip eksploratif menekankan keinginan untuk memberikan ruang yang luas untuk proses introspeksi dan pengembangan diri. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak terbatas pada struktur intrakurikuler yang membatasi berbagai protokol formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karena itu, ada banyak ruang untuk bereksperimen dengan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Namun, pendidik diharapkan untuk merancang kegiatan proyek secara sistematis dan terstruktur selama perencanaan dan pelaksanaan, dengan tujuan untuk membuat proyek lebih mudah dilakukan. Selain itu, prinsip eksploratif mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam meningkatkan dan memperlengkapi kemampuan siswa dalam pelajaran intrakurikuler.
Sebagai salah satu jenjang pendidikan menengah, SMA Negeri 1 Sungai Pinang melaksanakan Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai salah satu bagian dari Kurikulum Merdeka. Program P5 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter sekaligus “kesempatan” untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Sebelum pelaksanaan P5 ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu: pertama, memilih tema; kedua, memilih coordinator; ketiga, memberntuk tim; keempat, menentukan pembimbing; kelima, menentukan topic; keenam, menentukan waktu pelaksanaan, dan ketujuh, mengembangkan modul.
Salah satu tema yang dipilih SMA Negeri 1 Sungai Pinang adalah Suara Demokrasi. Pemilihan tema ini dengan tujuan supaya peserta didik jenjang menengah atas yang merupakan pemilih pemula menjadi pemilih yang cerdas, yang tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan benar. Melalui tema suara demokrasi, sekolah memperkenalkan proses pelaksanaan pemilu dengan mendatangkan narasumber dari KPU dan melakukan simulasi pemilu. Sebagai salah satu penerapan nyata proses suara demokrasi disekolah adalah pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil OSIS SMA Negeri 1 Sungai Pinang. Pengalaman nyata dari persiapan, pelaksanaan, dan pelantikan pengurus OSIS diberikan melalui kegiatan ini. Pengalaman ini akan dapat diterapkan saat kita menjadi warga negara yang memiliki hak pilih dalam pemilihan. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran bahwa memilih tanpa suara atau “golput” sangat merugikan bagi demokrasi. Peserta didik terlatih untuk memberikan dukungan positif sejak kecil dan siap menerima kekalahan jika calon yang mereka dukung kalah.
Jika dikaji berdasarkan Prinsip Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dari hasil pelaksanaan kegiatan diatas, yaitu 1). Holistik, diharapkan siswa mampu menambah pengetahuannya berkaitan dengan konseptual, kontekstual dan pelaksanaan berkaitan dengan materi Demokrasi yang disampaikan pada MAPEL PPKN di SMA Negeri 1 Sungai Pinang. Pelansanaan kegiatan ini mampu memberikan pengajaran kepada siswa, baik secara teoritis dan praktis berkaitan dengan materi pembelajaran MAPEL tersebut. 2). Kontekstual, Dengan melaksanakan kegiatan ini para siswa SMA Negeri 1 Sungai Pinang ditunjukkan dengan media dan alat peraga tertentu sebagai media bantu dalam menyampaikan materi secara kontekstual, sehingga selain dapat dengan mudah disampaikan ke siswa tetapi siswa diminta untuk langsung mempraktekkan aktivitas yang berkitan dengan materi pembelajaran tersebut. 3). Berpusat pada peserta didik. Dalam melakukan kegiatan ini, siswa merupakan subjek/pelaku penerapan materi pembelajaran. Sehingga peran serta guru untuk menyampaikan materi tersebut dapat tergantikan oleh kegiatan tersebut tetapi tanpa mengurangi peran serta guru sebagai penyampai materi peserta didik SMA Negeri 1 Sungai Pinang. 4). Eksploratif. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan kegiatan praktek materi pembelajaran siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi berkaitan dengan kendala-kendala atau masalah-masalah yang terjadi selama kegiatan sedang berlangsung. Sehingga kendala tersebut dapat dijadikan sumber pembelajaran bagi siswa SMA Negeri 1 Sungai Pinang serta koreksi perbaikan dimasa yang akan datang.
Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi pelaksanaan P5 di SMA Negeri 1 Sungai Pinang, begitu banyak manfaat yang didapat peserta didik maupun guru dengan adanya pelaksanaan P5 ini. Kelebihan-kelebihan dari adanya program P5 ini antara lain; peserta didik memiliki kesempatan untuk memperlajari tema-tema atau isu-isu penting seperti perubahan iklim, anti-radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dan kehidupan berdemokrasi, peserta didik juga dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu atau tantangan tersebut dengan tahapan belajar dan kebutuhannya, peserta didik mendapatkan banyak inspirasi untuk memberikan kontribusi dan dampak yang baik bagi lingkungan sekitarnya. Manfaat yang diperoleh bagi pendidik antara lain ; memberi ruang dan waktu peserta didik untuk mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan profil pelajar Pancasila, merencanakan proses pembelajaran proyek dengan tujuan akhir yang jelas, mengembangkan kompetensi sebagai pendidik untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain dan memperkaya hasil pembelajaran. Sedangkan bagi peserta didik pelaksanan P5 ini bermanfaat antara lain memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga negara dunia yang aktif, berpartisipasi merencanakan pembelajaran secara aktif dan berkelanjutan, mengembangkan keterampilan, sikap dan pengetahuan, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai situasi belajar, memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu sekitar, menghargai proses belajar dan bangga dengan hasil yang dicapai.
Dari berbagai manfaat diatas, maka sebelum melaksanakan program P5 ini, koordinator P5 dan guru pembimbing harus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan aktif agar diperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, semua guru yang terlibat harus berperan serta aktif memantau dan mendampingi peserta didik selama program P5 berjalan. Setelah kegiatan P5yang di laksanakan pada SMA Negeri 1 Sungai Pinang, hasil laporan kegiatan ini dapat dijadikan dasar evaluasi dan perbaikan berkaitan aktivitas belajar mengajar pada SMA Negeri 1 Sungai Pinang dimasa yang akan datang sehingga dapat menjadi dasar perbaikan mutu pembelajaran dan akan bermuara kepada mutu pendidikan ke depannya.










