Beranda Banyuasin HTS, Sering Dianiaya, Hingga Dendam Kesumat Berujung Pembunuhan

HTS, Sering Dianiaya, Hingga Dendam Kesumat Berujung Pembunuhan

461
0

SaungNews.co Banyuasin | Warga Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin digegerkan dengan pembunuhan terhadap Edi Sukamto(44) pada Kamis (30/9) lalu. Mirisnya, pelaku adalah Nilawati(57) seorang Ibu Rumah Tangga yang selama ini satu atap dengan korban.

Kejadian tersebut terjadi di Komplek Perumahan Karyawan Afdiling 3 PTPN VII Bentayan Desa Keluang Kecamatan Tungkal Ilir Banyuasin. Korban dan tersangka merupakan hubungan tanpa status (HTS).

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi didampingi Kasatreskrim AKP M Ikang Ade Putra mengatakan kejadian itu berawal saat korban baru pulang bermain gaplek di depan komplek, Rabu (29/9).

“Saat itu tersangka meminta kepada korban untuk diantarkan pulang ke rumahnya di Talang Kelapa, akan tetapi permintaan tersangka tidak disetujui, lalu membuat korban emosi dan mencekik leher korban hingga lebam,” Jelas Kapolres, saat Press realese, Sabtu (9/10/2021).

Usai kejadian itu, keduanya tertidur pulas di ruang komplek. Namun, Kamis (30/9) Pukul 01.30 WIB tersangka bangun, dan teringat aksi penganiayaan dan ancaman pembunuhan yang sering kali dilakukan korban.

“Saat terbangun Tersangka kemudian ke dapur untuk menuju toilet lalu melihat ada batu cobek dan diambilnya, Tanpa pikir panjang lagi tersangka langsung memukulkan batu cobek itu ke kepala korban hingga batu tersebut bela dua,” ujarnya.

Lanjut Imam, Tersangka yang takut korban masih hidup, kembali memukul pakai palu berkali – kali hingga kepala korban pecah.

“Setelah melakukan perbuatan keji itu, Tersangka keluar dan menyerahkan diri kepada warga, dengan membawa palu di tangannya,” tuturnya.

Lanjut Imam, setelah kejadian itu Polsek Tungkal Ilir yang dipimpin kapolsek Tungkal Ilir Iptu Panca yang mendapatkan informasi itu, Kamis (30/9) sekitar pukul 05.00 Wajib mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan tersangka beserta barang bukti.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara selama 15 tahun. “Pelaku masih mengalami trauma, saat ini kita masih melakukan pendalaman terhadap penjiwaannya,” ujarnya.(Desi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini