Beranda Palembang Dosen FE UNSRI Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah di Kota Daro II

Dosen FE UNSRI Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah di Kota Daro II

375
0

SaungNews.co Palembang | Sampah menjadi masalah yang tak ada habisnya. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan 67,8 juta ton sampah,  pada tahun 2020. Tercatat sebanyak 37,3% sampah berasal dari sektor rumah tangga.

Berakar dari permasalahan ini, tim
pengabdian masyarakat dosen FE UNSRI
yang diketuai oleh Deassy Apriani, S.E.,
M.Si. dan beranggotakan Prof. Dr. Bernadette Robiani, M.Sc., Dr. Imam Asngari, S.E., M. Si., Feny Marissa, S.E., M.Si., serta para mahasiswa,
menggelar pelatihan masyarakat dengan
judul pelatihan Bank Sampah “Menjadikan
Sampah Sebagai Berkah dan Bernilai Guna
untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan
Ekonomi Masyarakat di Desa Kota Daro II
Kecamatan Rantau Panjang Ogan Ilir”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu
(18/09) bertempat di Desa Kota Daro II
Kecamatan Rantau Panjang Ogan Ilir.
Peserta dari kegiatan ini ialah ibu-ibu
anggota PKK yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.

Deassy Apriani, S.E., M. Si., selaku Ketua Tim Pengabdian menyampaikan bahwa saat ini permasalahan sampah bukan lagi masalah individu melainkan masalah bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mampu melihat sampah sebagai barang yang memiliki nilai ekonomis.

“Sampah organik dari sisa limbah rumah
tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos untuk pupuk tanaman, sayuran dan lain-lain. Sedangkan, sampah non-organik
seperti kemasan plastik dapat dimanfaatkan
menjadi kerajinan menarik yang memiliki nilai jual,” ujar Deassy.

Kegiatan ini diisi dengan rangkaian pelatihan pengelolaan sampah yang diberikan oleh Eka Elinda dan tim dari Bank Sampah Kartini.

Kegiatan pertama diisi dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos, Ibu-ibu anggota PKK diajarkan langsung bagaimana cara mengelola limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.

Tahapan awal ialah melakukan pemisahan jenis sampah (organik, an-organik dan beracun), kemudian sampah organik dikumpulkan untuk diolah menjadi Eco-Enzym yang merupakan cairan alami serba guna hasil
fermentasi dari tambahan gula
merah/molase, sisa buah/sayuran dan air
selama waktu pengendapan 3 bulan.

Setelah itu hasil akhirnya adalah cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar yang dapat digunakan untuk pupuk tanaman organik.

“Biasanya saya membuang langsung
sisa-sisa sayuran dan buah kalau selesai
masak di dapur. Ternyata membuat pupuk
kompos dari limbah rumah tangga sangat
mudah dilakukan” ujar Nurjannah salah satu
anggota PKK Desa Kota Daro II.

Kegiatan kedua diisi dengan pelatihan
pemanfaatan sampah menjadi kerajinan
tangan menarik. Ibu-ibu diajak untuk
mempraktikkan bagaimana mengelola
sampah kemasan plastik menjadi suvenir
cantik yang bisa dijual kembali.

Pelatihan ini sekaligus mengedukasi warga tentang bahaya membakar sampah bagi lingkungan. Gas karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran sampah sangat berbahaya bagi kesehatan. Menghirup CO terlalu sering dapat mengganggu fungsi hemoglobin di dalam darah yang seharusnya mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika sudah parah, hal tersebut bisa berakibat fatal. Maka dari itu, perlunya penanganan dan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK agar dapat menjadikan sampah sebagai berkah yang bernilai jual, sehingga nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi keluarga.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa bermanfaat dan terus berlanjut, sehingga kedepannya pengelolaan sampah dapat menghasilkan pundi-pundi tambahan untuk warga,” ungkap Deassy (Fn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini