Beranda Prabumulih Luruskan Kemungkinan Munculnya Beragam Opini Terkait Meninggalnya Santri, Ponpes Al-Furqon Sampaikan Keterangan...

Luruskan Kemungkinan Munculnya Beragam Opini Terkait Meninggalnya Santri, Ponpes Al-Furqon Sampaikan Keterangan Resmi

1000
0

Saungnews.co Prabumulih | Terkait pemberitaan mengenai adanya Santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Furqon yang diduga meninggal dunia akibat dianiya oleh oknum kakak tingkat sekolah, Pihak Ponpes memberikan keterangannya resminya untuk ‘meluruskan beragam opini’ yang mungkin tercipta dikalangan pembaca lantaran peristiwa meninggalnya remaja ‘Kla’ (13) tersebut.

Dalam pers release yang disampaikan kepada media, ada 7 Point utama yang dikemukakan :
yang pertama Melalui Pimpinan PPM Al- Furqon Ustadz Mudir Sunani, S.Ag Mewakili keluarga besar Ponpes, menyatakan pihaknya sangat berduka atas meninggalnya mantan Santri PPM Al Furqon ini.

“Kami mendoakan Semoga Almarhum mendapat Ridho Allah dan ditempatkan ditempat mulia di sisiNya”

Pihak Ponpes juga menyebutkan sangat menyayangkan terjadinya tindakan pelanggaran dari Ponpes itu sendiri, pasalnya secara aturan PPM Al-Furqon melarang keras adanya tindakan pemukulan baik dari Guru maupun diantara para santri, bahkan pemukulan bagi pihak Ponpes merupakan perilaku kriminal juga ada sangksi beratnya.

Selain itu pihak Ponpes menginformasikan bahwa oknum santri pelaku kekerasan fisik sudah dipanggil dan diperiksa pihak Kepolisian, serta alat bukti maupun saksi telah diserahkan untuk keperluan proses hukum di Polres Prabumulih

Selanjutnya diterangkan pula berdasarkan catatan bidang kedisiplinan dan kesehatan Santri PPM Al Furqon, Almarhum KLA sejak tanggal 22 Agustus 2021 sudah tidak berada di Ponpes, hingga delapan hari berselang tepatnya di tanggal 30 Agustus 2021, walinya menghadap pihak Ponpes sembari menyatakan pengunduran diri dari Almarhum sebagai santri disana.

Disaat pengunduran diri tersebut, Saudara Yasbudaya, Bapak dari Almarhum mengatakan bahwa putranya itu mendapatkan tindakan kekerasan dari oknum kakak kelasnya pada Malam tanggal 19 Agustus 2021, sekira pukul 21.30 WIB, sementara kejadian nya di Asrama.

“Setelah mendapatkan informasi terkait adanya tindakan kekerasan,  kami melakukan pemanggilan dan menentukan jadwal perdamaian antara keluarga pelaku dan keluarga korban” tulis Pihak PPM Al Furqon dalam Pers Release itu.

Point selanjutnya diterangkan bahwa pada tanggal 5 September 2021 Almarhum dirawat di RS, dua hari kemudian tepatnya pada 7 September 2021, yang bersangkutan meninggal.

Diakhir keterangan resmi tersebut pihak PPM Al Furqon menyampaikan bahwa pihaknya berserah sepenuhnya kepada pihak berwajib dalam proses penyelidikan mengenai penyebab meninggalnya yang bersangkutan.

pers rilis
editor : anja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini