Saungnews.co Muara Enim | Ketua DPD Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Muara Enim Ersangkaut mengutarakan dirinya siap Maju dalam Pemilihan Kepala Dearah di Bumi Serasan Sekundang tahun 2024 nanti.
Namun demikian niat baiknya ini dapat sepenuhnya direalisasikan nya apabila didukung penuh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Muara Enim tanah kelahirannya.
“Yang namanya politik itu tidak dapat diprediksi dengan pasti…, apapun bisa berubah, bagaimanapun bisa terjadi, kita lihat saja nanti, kalau masyarakat menginginkan dan semuanya memungkinkan, kita serahkan semuanya kepada kearifan masyarakat” urai Ersangkut berdiplomasi.
Diutarakan Anggota DPRD 2 Periode di Kabupaten Muara Enim dan tengah menjalani tugas sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini, mengaku bahwa Kabupaten Muara Enim adalah Kota yang ‘sudah jadi, yang tinggal menatanya lebih baik lagi’
Menurut ia bukanlah hal yang sulit untuk memimpin Kabupaten Muara Enim dan suatu perbandingan jauh dengan Kabupaten lainya yang ada di Sumatra Selatan.
“Untuk Muara Enim, inilah jadi, tidaklah sulit untuk jadi pemimpin di Muara Enim, Saya merasa lebih sulit tugas dan tanggung jawab DPRD Provinsi susah tapi Alhamdulillah sudah kita jalani “ucapnya saat dibincangi media ini Senin (15/03/2021) diruang kerjanya.
Ersangkut, juga menuturkan bahwa Muara Enim, saat ini hanya membutuhkan Sosok Pemimpin yang bisa menata Kota lebih baik lagi.
“Muara Enim ini butuh kasih sayang, jadi kalau kita sayang dengan apa yang kita miliki maka hasilnya akan bagus, dibersihkan, dibangun ruang terbuka hijau, sungai nya dibersihkan tapi gunakanlah tehnologi untuk mempersingkat waktu dan tenaga,” imbuhnya.
“Diketahui bahwa Sungai di Muara enim ini hasil perikanan nya masih berlimpah ruah, juga bisa di pinggir sungai pada malam hari dipinggir sungai dipasang lampu jadilah wisata kuliner nya, apalagi hasil sungainya masih banyak seperti ikan Patinnya banyak ikan Gabus nya dan juga Berbagai macam ikan ” urainya mengutarakan konsep dan ide nya.
Ersangkut juga berpendapat, bahwa Muara Enim masih membutuhkan ruang untuk masyarakat.
“Terkadang Saat calon Pemimpin belum jadi, membuka ruang untuk masyarakat tapi setelah jadi tidak ada lagi ruang untuk masyarakat, dan Eksekutif dan Legislatif harus kompak untuk memajukan suatu daerah” ulasnya mengakhiri perbincangan.
naskah : Agus
Editor : Anja




