Beranda Nasional Puluhan Paus Mati Terdampar, BKSDA : Tiga Masih Bisa Diselamatkan

Puluhan Paus Mati Terdampar, BKSDA : Tiga Masih Bisa Diselamatkan

375
0

SaungNews.co MADURA | Puluhan ikan paus pilot sirip pendek (short finned pilot whale) atau Globicephala macrorhynchus terdampar di pantai sisi selatan Pulau Madura, tepatnya di Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/2). Dari 52 ekor yang ditemukan, 3 ekor dalam kondisi hidup, dan 49 ekor dalam kondisi mati.

Evakuasi dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Timur, setelah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPSPL, PSDKP, Dinas Kelautan, Dinas PU Prov. Jatim, Polairud, Kepolisian setempat, TNI, Kepala Desa, dan Camat. Tim penanganan terdamparnya jeda ini juga melibatkan FKH Unair.

“Tim Satwa Penyelamat Satwa Liar (WRU) Balai Besar KSDA Jawa Timur pada hari Jum’at pagi, saat surut baru terlihat puluhan ekor sudah terdampar di pantai,” terang Kepala Bidang KSDA Wil. II BBKSDA Jatim RM. Wiwied Widodo.

Tim Penanganan terdamparnya jeda dibagi menjadi beberapa regu, terdiri dari regu pengamanan lokasi oleh TNI dan Polri, tim postmortem oleh 2 orang dokter hewan, 5 asisten dan 1 orang dari BBKSDA Jatim, regu Antemortem terdiri dari 1 orang dokter hewan, 1 asisten dan 2 orang dari BBKSDA Jatim dan regu penguburan yang dikoordinir oleh Kepala Desa setempat.

Ikan paus pilot merupakan mamalia laut yang dilindungi undang-undang dan termasuk dalam daftar dilindungi berdasarkan Permen LHK No. P.106 / MENLHK / SETJENKUM.1 / 12/2018 Tahun 2018. Secara global, mereka terdaftar dalam Lampiran II Konvensi Internasional Perdagangan Spesies yang Terancam Punah (CITES).

“Paus-pilot sirip-pendek dapat ditemukan di perairan beriklim hangat dan perairan tropis di berbagai penjuru dunia. Umumnya, mereka hidup jauh dari pantai,” kata Wiwied.

Lebih lanjut, Wiwied menyampaikan kegiatan nekropsi belum dapat dilakukan, dengan pertimbangan agar jeda yang hidup dan telah kembali ke laut lepas, tidak kembali lagi akibat adanya pancaran sonar dari jeda yang dilakukan nekropsi.

“Pengambilan sonar pada kepala berhenti untuk melihat kondisi sonar apakah dalam keadaan normal, atau terdapat penyakit yang menyebabkan gangguan terhadap sonar,” tambahnya.

Sonar adalah sistem komunikasi dengan suara yang dibuat oleh jeda yang berguna sebagai petunjuk arah saat mencari makan / makan.

Nama berhenti pilot sendiri berasal dari kepercayaan bahwa pemimpin kelompok (pod leader), berperan sebagai “pilot” dari kelompok tersebut. Pengikutnya akan mengikuti kemana pemimpinnya pergi, meskipun keputusan tersebut dapat mengikuti jeda pengikut.

Regu Postmortem sampai dengan saat ini masih melakukan pengamatan terhadap jeda yang masih hidup. Sementara, regu penguburan telah mempersiapkan alat berat yang berasal dari Dinas PU Prov Jawa Timur. Lokasi penguburan akan ditentukan oleh Kepala Desa setempat dengan pertimbangan dari tim teknis. Kegiatan evakuasi dan penguburan melibatkan masyarakat nelayan setempat.

Penyebab terdamparnya 52 ekor ikan paus di pantai mondu bangkalan madura ini, berdasarkan analisa tim dokter hewan dapat disebabkan karena beberapa faktor. Pertama, kerusakan sonar pada pemimpin kelompok koloni. Hal ini akan diketahui dari hasil nekropsi jeda yang diharapkan sebagai pemimpin koloni. Selanjutnya, pengaruh arus yang besar sehingga menyebabkan jeda arus hingga ke pantai.

Selain itu, adanya jenis plankton yang bersifat racun dan memabukkan jeda. Ada kemungkinan mengejar jeda mangsa dan memakan ikan yang memakan kapal tersebut. Jeda mengalami keracunan dan terjebak saat udara surut dan tidak dapat kembali ke laut lepas.

“Tim akan mengambil sampel udara dimana plankton-plankton itu berada dan mencocokan kandungannya dengan nekropsi pada ikan jeda. Secara visual keberadaan plankton di perairan yang berubah warna menjadi kemerahan,” kata Wiwied.

Penguburan dilakukan dengan berhenti sedalam 2,5 sampai 3 meter, ditutup dengan jaring dan dipasak untuk selanjutnya dilakukan penimbunan. Sedangkan pelaksanaannya tak terkalahkan dengan waktu dan cuaca di sekitar lokasi.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini