SaungNews.co BATURAJA | Bencana non alam wabah penyakit pandemi corona disease 19 (Covid 19) berdampak kepada seluruh sektor pembangunan desa yang bersumber dari dana pusat.
Merebaknya wabah penyakit covid 19, pemerintah desa harus melakukan perubahan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sampai tiga kali untuk memenuhi kebutuhan penanganan covid 19.
Hal ini di ungkapkan Harun, Kepala Desa Kedaton Timur Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) Ogan Komering Ulu, saat dibincangi saungnews.co
“Dengan adanya wabah covid 19, ada beberapa item kegiatan pembangunan yang harus di tunda pelaksanannya, karena 30 persen dari jumlah anggaran harus di utamakan untuk penanganan covid 19,” ujar Harus Kades Kedaton Timur pada Jumat (25/12/2020)
Selain untuk memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) seperti menyediakan masker, handsanitizer, disinfektan, bagi masyarakat.
Dana kegiatan tersebut juga dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak covid 19 dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), bagi masyarakat yang berhak menerimanya, “ujar Harun.
Kades yang sudah dua periode ini memaparkan, untuk kegiatan pembangunan terdapat beberapa item yang harus di tangguhkan pelaksanaan pembangunannya.
“Dianataranya pembangunan pengerasan jalan, siring pasang batu gunung, talud, dan jembatan usaha tani,” bebernya.
Meskipun sempat mengalami tiga kali perubahan RAB pihaknya masih dapat melaksananan pembangunan fisik sisa dari dana yang di alokasikan untuk BLT.
“Satu unit Gedung TPA, Posyandu dua unit di dua dusun, Lapangan Volly Ball untuk 3 dusun, yang menelan anggaran sebesar Rp 428 juta lebih,”urainya.
Sedangkan untuk program di tahun 2021, pihaknya sudah memprioritaskan rencana pembangunan yang tertuda dan merencanakan beberapa item kegiatan.
“Salah satunya peningkatan jalan ke Dusun 6 yakni Dusun ke Talang Keliat,”imbuhnya.
Selebihnya pihak pemerindah desa juga akan menyesuaikan keadaan keuangan desa di tahun depan.
Desa Kedaton Timur yang memiliki penduduk
494 KK terdiri dari 1579 jiwa yang terasebar di 6 dusun ini, sebagian besar mata pencaharian penduduk desa dari sektor pertanian dan perkebunan.
“Mayoritas masyarakat berkebun karet dan bertani di areal persawahan sekitar 200 hekto lebih,” bebernya.
Harapan kedepan, kata Harun wabah penyakit covid 19 ini dapat segera berakhir dan pihaknya dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa yang masih sangat dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPD Kedaton Timur Zulman pihaknya selaku mitra pemerintah desa sangat mendukung program kerja pemerintah desa baik itu program jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami selaku mitra pemerintah desa, sangat mendukung program pemerintah desa, dan kedepan akan terus bersinergi untuk keberlangsungan pembangunan desa,” pungkasnya. (Merah / Fany).




