Beranda Daerah Tuntut Ganti Rugi 2,3 M Kepada Empat Perusahaan Tambang Batubara, Warga Desa...

Tuntut Ganti Rugi 2,3 M Kepada Empat Perusahaan Tambang Batubara, Warga Desa Muara Maung Lanjut Aksi Tutup Jalan

2254
0

SaungNews.co Lahat | Aksi penutupan jalan oleh Warga Muara Maung yang menuntut Ganti Rugi sebesar 2,3 Milyar, kepada Empat Perusahaan Tambang di kawasan tersebut kembali berlanjut pada Hari Jumat ini (24/07/2020).

Seperti diberitakan sebelum nya bahwa Emak Emak (baca : perempuan) tak mau ketinggalan ikut pula dalam aksi ini dengan duduk nongkrong  metutup jalan lintas menuju tambang PT, MAS ( Muara Alam Sejahtera). Dan pada hari ini pun para emak-emak ini kembali melakukan aksi seperti kemaren.

Dalam tuntutannya warga meminta kepada pihak perusahaan untuk memberikan ganti rugi akibat lahan 100 bidang milik 46 warga diduga akibat dampak lingkungan endapan lumpur dari pertambangan yang ada di Merapi barat, sehingga mengakibatkan rusak parah seperti kebun karet,kopi, tanaman, sawah, dan kolam ikan.

Seperti disampaikan oleh salah seorang Warga Desa Muara Maung, Rosliana, dirinya mengaku bahwa kolam ikan miliknya habis semua akibat dampak limbah lumpur dari tambang pihak perusahaan, saat musim hujan masuk ke sungai kungkilan.

Ungkapan senada juga dikatakan oleh Hasan Zaini lahan milik sawahnya kini tidak produktif lagi.

Akibat dampak limbah lumpur milik perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan sehingga tidak dapat ditanami padi, sudah delapan bulan bulan belum ada kejelasan” terang Hasan kepada awak media.

Hasan sudah pernah mengadukan kepada pihak perusahaan bahwa lahan miliknya yang terkena lumpur limbah, sudah tidak produktif lagi.

“Dua bidang sawah “ndek aku Kinak ‘ i la,”  tanaman, duren, kebun balam, dan kebun kopi rusak parah, saat itu saya sudah mengumpulkan kepihak perusahaan sekitar Rp 300 juta, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak perusahaan” gumamnya.

Sementara Syahwan sang koordinator aksi yang mewakili warga Desa Muara Maung saat diwawancarai wartawan, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan aksi sampai keinginan mereka dituruti pihak Perusahaan.

Kami tetap bertahan dan bermalam sebelum tuntutan kami dipenuhi, kami seperti dipermainkan oleh pihak perusahaa” seru Syahwan.

“ini sudah berjalan delapan bulan tidak ada kejelasan dari hasil pertemuan dikantor camat Merapi Barat ” Dead lock” (menemui jalan buntu)” sesalnya.

Diungkapkan oleh Syahwan bahwa pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat sudah pernah melakukan pengecekan langsung ke Sungai Kungkilan mengenai keberadaan paparan limbah di Sungai itu.

Namun warga tidak diberitahu bagaimana hasil pemeriksaan laboratorium dari limbah lumpur  yang diduga dari Perusahaan itu” ungkap Syahwan.

Terpisah Camat Merapi Barat Sumarno menerangkan bahwa dari hasil pertemuan dikantor camat Merapi Barat, Kamis kemarin (23/07/2020) Pihak perusahaan PT.MAS menyanggupi untuk memberikan uang kompensasi sebesar Rp 75 juta, begitupun PT, BAU sebesar Rp 75 juta, sedangkan Pihak PT, KKA dan PT.BME hanya sanggup memberikan uang kompensasi Rp 5 juta.

“Dari hasil pertemuan antara pihak perwakilan perusahaan, dengan pihak warga Desa Muara Maung, itu belum ada titik temu, dan tidak membuahkan hasil” terang Camat Merapi Barat.

Pertemuan antara Pihak Perusahaan dengan Warga  Penuntut kemaren tersebut kata Sumarno, difasilitasi oleh pihak Kecamatan, Danramil Kapten Sudiono, Kapolsek Merapi AKP Samsuardi. (AK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini