Beranda Morotai Alami Gejala Batuk Pilek, Seorang Warga Dijemput Tim Medis

Alami Gejala Batuk Pilek, Seorang Warga Dijemput Tim Medis

591
0

SaunfNews.co MOROTAI- Seorang pasien berinisial AM berasal dari salah satu Desa di Kecamatan Morotai Barat di Jemput Krateker Kepala Desanya Aprianto Siruang (AP), menggunakan Speedboat. Karena, dirinya diduga mengalami sakit mirip covid-19 dengan riwayat penyakit Demam, Batuk, Flu dan sesak napas.

Hal tersebut disampaikan Krateker Kepala Desa, Aprianto Siruang, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat 27 Maret 2020.

Apris sapaan akrabnya, adalah sebagai Krateker Kades juga sebagai staf DPMD, menyampaikan kepada wartawan dirinya bersama seorang teman pada pukul 5.30 WIT menjelang pagi tadi menuju Desa tersebut menjemput pasien yang diduga sakit mirip covid-19 untuk dibawa ke Daruba.

“Pada Jumat 27 Maret 2020 jam 5.30 WIT melalui pelabuhan speed Daruba, saya bersama satu teman menggunakan Speed Boat menuju Morotai Barat untuk mengambil warga Desa tersebut yang sakit dengan ciri-ciri seperti covid-19,” Terang Apris.

Apris menjelaskan dia mendapat informasi tersebut dari bidan Desa yang bertugas di Desa Cio Maloleo.

“Dua hari lalu saya berada di Desa tempat saya tugas, kemudian bidan menyampaikan ada warga yang baru beberapa hari datang dari luar daerah sedang sakit demam, batuk, pilek, dan sesak napas. Dari situ orang tersebut kami pantau, belum ada perubahan makanya kami jemput untuk dirawat lebih lanjut di Daruba,” tuturnya.

Lanjutnya, Oknum yang di jemput berinisial AM, riwayat perjalanannya berasal dari Jayapura Papua datang ke Morotai Selatan Barat untuk menjenguk orang tuanya yang lagi sakit.

AM diketahui tiba di Morotai pada Kamis, 19 Maret 2020 dengan Rute perjalanan Jayapura-Manado-Morotai dan Pasien tersebut kata Kades saat ini sudah berada di Daruba dan dirawat di Gedung miamari.

“Kami tiba di pelabuhan speed Daruba sekitar pukul 8.00 WIT dan pasien dijemput dengan mobil ambulans, selanjutnya dibawa ke gedung Miamari untuk di rawat lebih lanjut,” pungkas Aprianto.

Kebenaran informasi tersebut wartawan coba mengkonfirmasi juru bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pulau Morotai, dr Tony Sambas, Jumat (27/32020).

Ia membenarkan adanya informasi itu,”Iya benar, pasien tersebut sudah berada di Daruba dan dirawat di gedung Miamari Juanga.”

Namun, dirinya belum mau menetapkan pasien tersebut sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Alasannya masih dalam pemeriksaan.

“Pasien tersebut kami belum bisa katakan ODP karena masih dalam pemeriksaan. Bila hasilnya sudah dipastikan akan kami sampaikan status pasien tersebut,” Ungkapnya.

Menurutnya, status ODP itu ada beberapa kriteria yang ditetapkan kementrian kesehatan. Seluruh ketentuan itu dipenuhi baru dapat ditetapkan ODP.

Selain itu, dirinya mengakui belum mengetahui riwayat penyakit pasien itu. Namun, katanya pasien tersebut dalam pemantauan,”Saya belum dapat informasi riwayat penyakitnya apa. Sementara dirawat di Miamari dan tetap dipantau.”

Dan, ketika ditanya sudah berapa pasien ODP yang dirawat di Miamari, dirinya mengakui tidak tau.

“Waduh saya belum tau informasinya brapa orang yang di rawat di situ (Miamari) karena saya belum rekap data.” Alasannya.(oje)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here