Beranda Lahat Hindari Penimbunan, Distributor Diminta Tetap Mendistribusikan Gula Pasir

Hindari Penimbunan, Distributor Diminta Tetap Mendistribusikan Gula Pasir

231
0

SaungNewa.co LAHAT | Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lahat menghimbau para pedagang dan distributor untuk tetap mendistribusian persediaan atau stok gula pasir yang ada dengan baik guna menghindari penimbunan.

Hal ini dilakukan pihak Disperindak Kabupaten Lahat  degan adanya terjadi keterbatasan stok gula dan mundurnya musim giling pada tahun ini mengakibatkan harga gula melonjak naik tinggi, sebelumnya harga normal beberapa waktu yang lalu harga gula hanya Rp 12.500 hingga Rp 13.000, beberapa hari terakhir ini ditingkat pengecer naik menjadi Rp 16.000, hingga Rp 17.000, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lahat Fikriansyah,SE.,M.Si, Rabu (11/03).

Menyikapi kenaikan harga gula pasir di wilayah Kabupaten Lahat,  pihaknya pada hari senin tanggal 9  maret 2020  Dinas Perdagangan Kabupaten Lahat telah mengutus petugas untuk melakukan pemantauan stok dan harga rata rata gula pasir di pasar.

“Memang terjadi kenaikan harga secara bervariasi, dari harga normal beberapa waktu yang lalu Rp 12.500 hingga Rp 13.000, beberapa hari terakhir ini ditingkat pengecer naik menjadi Rp 16.000 hingga Rp 17.000,” jelas Fikriansyah diruang kerjanya.

Dilanjutkannya, untuk diketahui bersama bahwa kenaikan ini terjadi secara nasional, yang disebabkan oleh keterbatasan stok akibat mundurnya musim giling, sebagaimana dijelaskan oleh sumber dari kementerian perdagangan  bahwa atas arahan Presiden dan masukan dari Para Kepala Dinas Perdagangan se-Indonesia, mereka sudah menghitung neraca gula kebutuhan sampai Juni.

“Pertimbanganya musim giling gula petani tahun ini akan mundur di bulan Juni. Praktis gula petani tebu diperkirakan akan bisa di pasarkan bulan juli. sehingga pemerintah pun melalui Kementerian Perdagangan telah menyetujui impor raw sugar untuk bahan baku gula konsumsi agar mencukupi sampai bulan Juni,” sambungnya.

Menurut Fikri, untuk Lahat telah dilakukan pemantauan stok di beberapa distributor, saat ini stok gula pasir cukup tersedia. Namun demikian kami tetap menghimbau agar masyarakat dapat bersabar dan tidak usah resah.

“Kami akan terus berupaya berkoordinasi ke pihak terkait baik di tingkat Kabupaten ataupun tingkat Provinsi guna menjamin ketersediaan dan pemantauan harga bahan pokok dan bahan penting lainnya di  Kabupaten Lahat ini. Kepada para pedagang atau distributor kami minta kerjasamanya untuk tetap mendistribusikan persediaan atau stok yang ada dengan baik dan ikut menghindari terjadinya penimbunan,” ujarnya. ( Akril ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here