Beranda Baturaja Transisi dari UN ke Asesmen, Kepsek Ini Mengaku Dilema

Transisi dari UN ke Asesmen, Kepsek Ini Mengaku Dilema

853
0

SaungNews.co BATURAJA | Penghapusan Ujian Nasional (UN) di Tahun 2021 masih menyisakan kendala bagi pihak sekolah dalam menjalankan Program “Merdeka Belajar” dimasa transisi Tahun pelajaran 2019/2020.

Program Merdeka Belajar untuk sekolah menengah atas menjadi dilema bagi pihak sekolah untuk diterapkan kepada siswa sekolah menengah atas khusus kelas 12.

Yang mana pada prinsipnya program merdeka belajar yang menjadi kebijakan program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan NadiemĀ  Makarim tidak ada paksaan bagi siswa, sedangkan untuk kelas 12 ditahun 2020 ini masih melaksanakan UN terakhir.

“Dilemanya bagi siswa kelas XII, mereka merasa bebas, dengan adanya program merdeka belajar, akan tetapi tahun ini kelas 12 masih melaksanakan UN mau tidak mau pihak sekolah harus bekerja keras untuk suksesnya pelaksanaan UN itu sendiri,”kata Kepala Sekolah SMAN 15 OKU Wagiran pada Selasa (4/1).

Diungkapkan Wagiran, sedangkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk kelas 10 dan 11 tidak ada kendala meskipun ada perubahan program merdeka belajar.

“Yang akan dihadapi siswa kelas 10 dan 11 nantinya di tahun mendatang bukan lagi UN, melainkan Asesmen yang memberikan kebebasan pihak sekolah dalam menentukan kelulusan,”ungkapnya.

Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang diterapkan dalam ujian nasional selama ini, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa, yakni dalam hal literasi dan numerasi.

Asesmen ini dilakukan pada siswa di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 11). Arah kebijakan baru ini juga mengaju pada praktik baik padan level internasional seperti PISA dan TIMSS.

Kebijakan digantinya UN ke Asesmen kata Wagiran Menteri Nadiem melihat situasi saat ini materi UN terlalu padat sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran.

Disamping itu, UN dianggap jadi beban siswa, guru dan orangtua karena menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu.

“UN diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter,”jelas Wagiran.

Disinggung berapa bamyak siswa kelas 12 yang akan mengikuti UN Tahun ini, dia menjelaskan bahwa di SMAN 15 OKU akan diikuti sebanyak 98 siswa.

“Untuk kesiapan UN SMAN 15 OKU sudah melaksanakan sendiri sejak 2018, Alhamdulillah tidak ada kendala yang menjadi penghambat, baik itu jaringan listrik maupun jaringan internet,”pungkasnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here